Tentang Karapan Sapi Madura Yang Unik, Yang Perlu Anda Ketahui

Indonesia merupakan negara yang terdiri atas banyak pulau-pulau baik besar maupun kecil. Hal tersebut membuat Indonesia memiliki banyak keistimewaan yang salah satunya adalah bermacam-macam tradisi yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Salah satu daerah yang memiliki tradisi yang cukup unik dan juga menarik adalah Madura. Salah satu pulau yang ada di Indonesia ini memiliki tradisi yang cukup unik. Tradisi tersebut diberi nama Karapan Sapi Madura.

Budaya yang sudah menjadi tradisi ini sudah dilakukan secara rutin oleh masyarakat Madura. Tradisi ini merupakan sebuah balapan yang menggunakan sepasang sapi dan di atasnya ada seseorang yang akan mengendalikan sapi tersebut.

  • Sejarah Karapan Sapi Madura

Awal mula munculnya tradisi karapan sapi ini adalah adanya seorang syekh yang bernama Ahmad Baidawi yang memberitahu cara bercocok tanah kepada masyarakat Madura. Cara bercocok tanam yang dipraktikkan adalah dengan menggunakan sepasang sapi yang diberi sagala seperti semacam bambu untuk tumpangan.

Karapan sapi Madura ini dilakukan dengan tujuan memiliki sapi-sapi yang benar-benar kuat untuk membajak sawah pada mulanya. Namun sekarang karapan sapi ini menjadi tradisi oleh masyarakat Madura yang digelar setiap tahunnya pada bulan September dan Agustus ketika waktu panen tiba. Tradisi ini dimulai dengan mengarak sapi tersebut mengelilingi arena balapan.

  • Pelaksanaan Tradisi Karapan Sapi

Pada tradisi masyarakat Madura ini terbagi menjadi empat babak. Babak pertama merupakan babak dimana semua pasang sapi diadukan kecepatannya untuk menentukan apakah masuk kelompok menang atau kelompok kalah. Kemudian pada babak kedua semua sapi diadukan kembali baik yang kalah maupun yang menang.

Nanti kemudian akan dipilih pasangan sapi yang berada di urutan teratas pada setiap kelompok. Kemudian pada babak ketiga ini,  baik sapi yang ada di kelompok menang maupun kelompok kalah diadu kembali sesuai dengan kelompoknya untuk menentukan tiga pasang sapi terbaik pada setiap kelompok dan masuk babak final atau keempat.

Jika sudah masuk babak keempat atau final maka pasangan sapi tersebut diadu kembali untuk menentukan juara satu, dua, dan juga tiga dari semua kelompok baik kelompok menang maupun kalah.

Namun tradisi ini menuai kritik dari MUI karena dinilai menyakiti binatang.  Tetapi sampai sekarang masih ada yang melakukan tradisi ini.

Intinya memang tradisi karapan sapi Madura ini perlu dilestarikan namun kalau bisa jangan sampai menyakiti hewan atau sapi yang digunakan sehingga tidak menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Sumber Tulisan dan Gambar dari :

https://id.wikipedia.org/wiki/Karapan_sapi

adibudiarso.wordpress.com/2014/07/05/karapan-sapi-and-the-public-sector-reform/

 

Hervino

Hervino

Founder NusantaraKaya.com, Family, Traveling and Culinary Lover.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
error: Konten dilindungi!!
Histats.com © 20