Batik Indonesia Memiliki Berbagai Motif Yang Mengangkat Ciri Khas Kedaerahannya

Sebelum kita mengulik beberapa motif batik Indonesia, ada baiknya kita ketahui dulu asal kata Batik itu sendiri. Batik Indonesia adalah salah satu identitas bangsa Indonesia. Namun apa sebenarnya batik itu? Yakni sebuah kain bergambar atau bermotif yang dibuat dengan cara khusus. Kata batik sendiri diambil dari bahasa Jawa, yaitu dari kata “tik” yang bermakna titik.

Ya, titik adalah salah satu teknik pembuatan batik. Dengan canting dan lilin, kain yang semula polos berubah menjadi ramai akan motif-motif batik. Teknik tersebut adalah teknik traditional dalam membatik, biasa disebut juga teknik tulis.

Namun seiring berkembangnya zaman, batik Indonesia memiliki banyak teknik pembuatan, yaitu teknik cap, printing, Namun seiring berkembangnya zaman, batik memiliki banyak teknik pembuatan, yaitu teknik cap dan printing atau cetak.

Teknik modern ini dikenal lebih praktis dan cepat, meski batik tulis tetap menjadi batik paling favorit.

Nah, dari berbagai teknik tersebut, batik Indonesia memiliki beberapa motif yang sekaligus menjadi ciri khas suatu daerah.

Motif Batik Indonesia

Apa sajakah itu? Yuk simak informasinya berikut ini:

  1. Motif Batik Tujuh Rupa

Batik bercorak yang satu ini menjadi ciri khas batik Pekalongan, kota yang dijuluki sebagai salah satu kota batik di Indonesia.

Motif batik tujuh rupa sendiri menampilkan motif tumbuhan atau hewan yang diambil dari pencampuran budaya etnis china dan local.

Dengan motif indah dan harmonisasi warnanya, maka banyak yang menjadikan batik Pekalongan sebagai batik favoritnya.

Motif Batik Indonesia Motif Tujuh Rupa
Motif Batik Indonesia Motif Tujuh Rupa
  1. Motif Batik Sogan

Selain Pekalongan, kota yang menjadi penghasil batik terbesar adalah Kota Solo, Jawa Tengah.

Solo memiliki motif batik yang khas yaitu motif sogan, motif yang sudah ada sejak berabad-abad lalu.

Karakteristik motif ini adalah garis lengkungan, aksen titik, serta gambar beberapa jenis bunga.

Pada zaman dahulu, hanya bangsawan atau penghuni keratin kesultanan sajalah yang mengenakan batik sogan ini, namun kini siapapun bisa memakainya dalam acara apapun.

Motif Batik Sogan Motif Batik Indonesia
Motif Batik Sogan
  1. Motif Batik Mega Mendung

Nah, motif batik Indonesia yang satu ini sangat berbeda dengan yang lain. Batik biasanya bermotif bunga dan hewan, namun motif batik Cirebon ini berupa awan.

Motif awan membuat batik mega mendung harus dipakai secara horizontal, bukan vertical, jika tidak maka kesan awan akan hilang dari batik ini.

Batik mega mendung Cirebon cenderung berwarna cerah, yakni biru dan merah, berbeda dengan batik yang pada umumnya berwarna coklat.

"<yoastmark

  1. Motif Batik Gentongan

Motif batik asal Madura ini lebih sederhana dari motif lainnya, yakni motif bunga dan titik. Meskipun motifnya sederhana, namun paduan warna-warna cerah membuat batik Madura lebih menarik dan menjadi favorit.

Nama gentongan sendiri berasal dari kata gentong, yaitu wadah berisi pewarna untuk mencelupkan kain batik.

Motif batik Indonesia Motif Gentongan
Motif batik Indonesia Motif Gentongan
  1. Motif Batik Keraton

Corak Batik Keraton ini berasal dari Yogyakarta, daerah istimewa yang masih kental akan system kesultanan atau kekeratonan.

Motif batik ini melambangkan kebijaksanaan raja-raja Jawa, tak heran jika dahulu batik keratin hanya boleh dikenakan oleh bangsawan keratin saja.

Namun, seiring berkembangnya zaman batik keraton kini bisa dikenakan siapa saja, bahkan dijual di pasaran. Karakteristik batik keraton dari Yogyakarta adalah burung atau motif bunga simetris.

"<yoastmark

  1. Motif Parang

Motif batik Indonesia yang selanjutnya berasal dari Pulau Jawa. Motid yang menyerupai huruf “S” miring ini berwarna coklat dan putih. Dinamakan parang karena motifnya yang miring memanjang dan seperti ombak.

Batik Parang lebih banyak digunakan sebagai tapih atau rok yang umumnya dikenakan orang tua zaman dahulu. Motif parang pun dibagi menjadi beberapa jenis, yakni motif parang slobog, prang barong, parang rudak, dan parang klisik.

"<yoastmark

  1. Motif Kawung

Batik Indonesia yang paling banyak dikenakan adalah batik kawung, dimana motifnya berbentuk lonjong menyerupai kolang-kaling. Bentuk lonjong tersebut disusun hingga membentuk lingkaran dengan lubang di tengah.

Corak Motif kawung sendiri berkembang di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah, namun juga terkenal sampai mancanegara.

"<yoastmark

  1. Motif Priyangan

Motif batik priyangan dinilai sangat rapi, motifnya berupa tumbuhan yang disusun simetris. Warna yang digunakan adalah warna-warna terang, namun tidak mencolok, sehingga timbul kesan kalem pada motif batik asal Tasik ini.

Dengan kesan kalem, maka batik Indonesia motif priyangan ini cocok digunakan dalam acara apapun, baik itu acara resmi, pernikahan, ataupun acara informal.

"<yoastmark

  1. Motif Batik Simbut

Motif simbut juga dikenal sebagai motif batik paling sederhana, pasalnya hanya ada motif berbentuk daun talas.

Sebenarnya motif simbut ini berasal dari suku pedalaman di Sunda yaitu Badui, namun seiring waktu berjalan, batik simbut berkembang di pesisir Banteng, sehingga lebih dikenal sebagai batik Banten.

Batik Simbut Banten
Batik Simbut Banten
  1. Motif Pring Sedapur

Batik Indonesia yang selanjutnya berasal dari Magetan. Magetan sendiri mengangkat kain batik dengan motif pring sedapur, motif yang sederhana namun elegan. Sama dengan namanya, motif batik ini berupa bamboo atau pring dengan beberapa jenis bunga warna-warni.

Motif Batik Pring Sedapur Magetan
Motif Batik Pring Sedapur Magetan

Banyak sekali bukan macam-macam batik Indonesia? Kekayaan bangsa yang patut dilestarikan dan tidak boleh punah. Meski berasal dari Pulau Jawa, namun batik terkenal hingga seluruh nusantara dan mancanegara.

Hervino

Hervino

Founder NusantaraKaya.com, Family, Traveling and Culinary Lover.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
error: Konten dilindungi!!
Histats.com © 20