Nasib Kebun Binatang Surabaya Saat Ini

Kebun binatang merupakan salah satu tempat wisata yang kerap dikunjungi oleh sebagian orang ketika liburan. Sebab kebun binatang ini merupakan sebuah tempat wisata yang dapat memberikan edukasi bagi anak-anak. Hal ini karena anak-anak bisa belajar sambil bersenang-senang. Tidak lain tidak bukan termasuk juga Kebun Binatang Surabaya.

  • Sejarah Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya atau yang biasa disingkat KBS merupakan sebuah kebun binatang yang cukup populer di indonesia. Hal ini karena kebun binatang ini pernah menjadi kebun binatang terlengkap yang ada di Asia Tenggara.

Kebun binatang yang beralamatkan di Jl. Setail No. 1 Surabaya ini dikatakan lengkap karena memiliki 315 spesies satwa dengan memiliki jumlah binatang sebanyak 2.806 binatang bahkan lebih.

Dari banyaknya spesies dan hewan yang ada di Kebun Binatang Surabaya ini, maka did alamnya juga terdapat beberapa hewan langka yang ada di Indonesia dan dunia. Di antaranya adalah pisces, aves, mamalia dan reptilia. Kebun Binatang Surabaya didirikan pada tanggal 31 Agustus 1916 oleh SK Gubernur Jendral Belanda No. 40.

Dahulu nama kebun binatang ini bukalah Kebun Binatang Surabaya melainkan Soerabaiasche Platen-en Dierentuin atau yang bisa dikenal dengan kebun Botani dan Binatang. Latar belakang didirikannya kebun binatang ini yakni dari dan jasa dari seorang jurnalis yang memiliki hobi mengumpulkan binatang yang bernama H.F.K. Kommer.

Demi terciptanya kebun binatang ini maka Kommer mendapatkan bantuan dana dari orang lain untuk mendirikan kebun binatang. Awalnya Kebun Binatang Surabaya terletak di Kaliondo pada tahun 1916. Kemudian setelah satu tahun berjalan, kebun binatang ini indah ditempat lain yakni di jalan groedo. Tiga tahun berselang, kebun Binatang ini pindah lagi di daerah Darmo dengan memiliki luas sekitar 30.500 m2.

Kebun Binatang Surabaya beberapa kali pindah lokasi

Setelah berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya selama berkali-kali, oleh sebab itu kebun binatang ini dibuka untuk pertama kalinya pada tahun 1918.bagi setiap pengunjung yang ingin melihat satwa yang ada di kebun binatang ini maka dikenakan karcis untuk masuk.

Tentunya dibuat kebun binatang ini tidak berjalan dengan mulus begitu saja. Beberapa masalah muncul salah satunya pada tahun 1922 yang merupakan masalah pertama yakni karena biaya operasional yang tinggi dan terjadi krisis dalam menjalankan kebun binatang.

Hal ini menimbulkan sebuah pendapat yang mengharuskan Kebun Binatang Surabaya harus ditutup. Namun hal ini tidak jadi, sebab penutupan Kebun Binatang Surabaya tidak disetujui oleh pihak Kotamadya Surabaya. Sehingga pada tanggal 11 Mei 1923 terjadilah rapat anggota yang menghasilkan sebuah keputusan untuk membentuk perkumpulan kebun binatang yang baru.

Demi menjadikan kebun binatang ibi berkembang, maka pada tanggal 3 Juli 1927 diberikan sebuah bantuan dengan memberikan tanah seluas 32.000 kubik yang berasal dari dana sumbangan Maskapai kereta Api. Seiring berjalannya waktu, luas kebun binatang ini semakin berkembang hingga luasnya mencapai 15 hektar.

Salah Satu koleksi orang utan di Kebun Binatang Surabaya
Salah Satu koleksi orang utan di Kebun Binatang Surabaya

Sehingga kebun binatang ini beralih fungsi dimana pada awalnya menjadi tempat penampungan satwa pribadi hingga menjadi tempat untuk melestarikan satwa. Tidak hanya itu, saat ini Kebun Binatang Surabaya Juga dijadikan sebagai penelitian, pendidikan, rekreasi dan masih banyak lainnya. Akibatnya muncullah koleksi binatang lain sehingga menambah koleksi binatang yang ada di kebun binatang ini.

  • Kondisi Kebun Binatang Surabaya saat ini

Dibalik kesuksesan yang dicapai Kebun Binatang Surabaya pada zaman dahulu, kini kondisi kebun binatang yang telah mencapai usia 96 tahun ini sudah berubah. Hal ini bisa dilihat dari matinya ratusan satwa dan terjadinya masalah kepemilikan lahan serta pengurusannya.

Adapun kematian satwa terbesar dan terbanyak terjadi pada tahun 2012 yang lalu, dimana tercatat 130 satwa mati. Hal ini disebabkan karena kurangnya tenaga perawat yang berkualitas serta kurangnya sarana sehingga banyak binatang yang terserang penyakit.

Namun menurut pihak pengelola Kebun Binatang Surabaya, terjadinya kematian satwa dengan angka yang tinggi disebabkan oleh usia satwa yang sudah tua, sumber daya manusia yang kurang dan penyakit. Sehingga ketika satu hewan terkena penyakit maka penyakit tersebut akan menular ke hewan lainnya.

Melani, salah satu harimau peliharaan Kebun Binatang Surabaya yang sangat kurus
Melani, salah satu harimau peliharaan Kebun Binatang Surabaya yang sangat kurus

Sebagai upaya untuk melakukan pencegahan terjadinya angka kematian yang terus bertambah, maka pihak Kebun Binatang Surabaya memberikan ide untuk melakukan pertukaran satwa demi mengatur jumlah satwa yang ada. Adapun hewan-hewan yang paling banyak di kebun binatang ini seperti rusa sambar, pelikan, kambing gunung dan komodo.

Hewan-hewan jenis ini sangat berlebihan di kebun binatang ini, sehingga hewan-hewan ini bisa ditukar dengan jenis hewan lain seperti badak, jerapah dan banteng. Tidak hanya upaya melakukan pertukaran hewan saja yang dilakukan, pihak Kebun Binatang Surabaya juga meminta bantuan dana untuk menjaga kualitas kandang yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh kementerian perhutanan.

Adapun yang dibutuhkan untuk mengatasi hal ini sekitar 100miliar rupiah untuk batas minimal. Dana ini digunakan untuk biaya karantina. Rumah sakit penyembuhan, lemari pendingin untuk menyimpan daging, serta masih banyak lainnya.

Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu ikon yang dimiliki oleh Surabaya selain patung Sura dan Baya. Oleh sebab itu jika Anda datang ke Surabaya tidak ada salahnya jika singgah sebentar untuk melihat kebun binatang yang pernah menjadi kebun binatang terlengkap se Asia tenggara ini.

Hervino

Hervino

Founder NusantaraKaya.com, Family, Traveling and Culinary Lover.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
error: Konten dilindungi!!
Histats.com © 20