Mengenang Dahsyatnya Tsunami Aceh di Museum Tsunami Aceh

Dahsyatnya Peristiwa Tsunami Aceh

Sebelum kita membahas Museum Tsunami Aceh, ada baiknya kita bahas sebentar peristiwa Tsunami yang dahsyat tersebut. Tsunami Aceh menjadi salah satu peristiwa yang sangat menyedihkan bagi bangsa Indonesia dan juga dunia. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 menjadi sebuah peristiwa yang tidak mudah dilupakan begitu saja.

Tsunami Aceh yang telah menelan korban hingga 240.000 jiwa ini nampaknya menjadi sebuah peristiwa yang sangat menakutkan bagi masyarakat Aceh sendiri. Dahsyatnya ombak laut yang menghantam daratan nampaknya menjadi moment yang tak terlupakan sekaligus yang paling menakutkan  bagi masyarakat Aceh.

Tak hanya membunuh para korban jiwa saja, akan  tetapi peristiwa alam yang satu ini juga menyebabkan sebagian besar warga Aceh kehilangan harta bendanya. Bangunan-bangunan yang ada di sekitar pantai pun hancur berantakan. Pastinya, hal tersebut menyebabkan kerugian hingga milyaran rupiah mungkin juga sampai triliunan.

Pembangunan Museum Tsunami Aceh

Untuk mengenang peristiwa yang memilukan tersebut, telah dibangun sebuah museum yang dinamakan dengan Museum Tsunami Aceh. Musem yang satu ini didesain oleh seorang dosen arsitektur dari ITB Bandung yang bernama M.Ridwan Kamil yang menjadi Walikota Bandung periode 2013-2018.

Ridwan Kamil sebagai desainer Museum Tsunami Aceh
Ridwan Kamil sebagai desainer Museum Tsunami Aceh

Dengan judul desain yaitu Rumoh Aceh as Escape Hill yang terinspirasi dari rumah tradisional Aceh membuat museum yang satu ini menjadi satu-satunya museum yang mengenang semua kejadian pada saat Tsunami Aceh terjadi.

Tujuan dari pembangunan Museum Tsunami Aceh tidak hanya digunakan sebagai bangunan monument saja, akan tetapi juga digunakan sebagai objek sejarah dan pusat penelitian serta pembelajaran tentang bencana Tsunami.

Tidak hanya itu, Museum Tsunami Aceh diharapkan dapat menjadi warisan bagi generasi Aceh di masa yang akan datang untuk mengingat bahwa Aceh sendiri pernah dilanda oleh sebuah Tsunami yang maha dahsyat.

Desain Bangunan Museum Tsunami Aceh

Bangunan museum yang menghabiskan anggaran hingga 140 milyar rupiah ini memiliki 4 tingkat yang memiliki dekorasi bernuansa islam. Museum Tsunami Aceh memiliki bentuk yang tampak seperti kapal dengan tambahan sebuah mercusuar yang berdiri tegak di atasnya.

Tampak Bangunan Museum Tsunami Aceh dari luar
Tampak Bangunan Museum Tsunami Aceh dari luar

Tampilan eksterior yang terlihat dari bangunan ini melambangkan tentang keberagaman Aceh. Ornament yang digunakan pun melambangkan Tarian Saman yang memiliki makna sebagai cerminan dari hablumminannas yakni konsep hubungan manusia dengan manusia lainnya.

Lantai dasar yang ada di Museum Tsunami Aceh ini dapat digunakan sebagai ruang public yang mana lantainya sengaja dibuat meninggi dengan tujuan sebagai escape hill.

Escape Hill Museum Tsunami Aceh
Escape Hill Museum Tsunami Aceh

Escape hill ini merupakan sebuah taman bukit yang bisa digunakan sebagai salah satu antisipasi lokasi penyelamatan apabila tiba-tiba terjadi bencana banjir dan juga tsunami di kemudian hari. lantainya yang berukuran 25 meter x 20 meter ini dapat digunakan untuk menampung ribuan warga pada kondisi darurat.

Ada Apa Saja didalam Bangunan Museum Tsunami Aceh?

Ruang pertama yang akan disinggahi oleh para pengunjung adalah ruang renungan. Di ruang renungan ini terdapat lorong sempit dengan pencahayaan remang dengan diiringi suara adzan dan suara air mengalir yang diibaratkan suara Tsunami Aceh.

Setelah melewati ruang renungan, selanjutnya Anda akan memasuki ruang memorial hill, di ruang ini terdapat monitor yang dapat Anda gunakan untuk mengakses berbagai macam informasi tentang Tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam.

Setelah itu, Anda akan memasuki ruangan The Light of God. Ruangan yang satu ini merupakann sebuah ruangan yang berbentuk sumur silinder yang mana dinding dari ruangan tersebut diisi dengan nama-nama para korban jiwa dari Tsunami Aceh.

Lorong The Light of God
Lorong The Light of God

Pada punak ruangan tersebut terdapat tulisan kaligrafi yang berlafadz Allah. Ruangan yang satu ini juga menjadi akses untuk menuju lantai dua.

Di lantai dua Museum Tsunami Aceh Anda akan menemukan beberapa ruang multimedia seperti ruang 4 dimensi, ruang audio, ruang pre-tsunami, ruang pamer tsunami (tsunami exhibition room), post tsunami dan shile tsunami.

Sedangkan di lantai tiga sendiri Anda akan menemukan beberapa fasilitas seperti perpustakaan, ruang geologi, souvenir dan juga mushalla. Yang menarik dari ruang geologi, pengunjung bisa mendapatkan bagaimana proses gempa dan tsunami dapat terjadi melalui penjelasan dari display serta alat simulasi yang ada.

Di lantai keempat atau tingkat terakhir digunakan sebagai escape building yang mana berfungsi sebagai tempat penyelamatan jikalau Tsunami Aceh terjadi lagi di masa yang akan datang.

Tingkat atap yang ada di Museum Tsunami Aceh ini memang tidak bukan untuk umum mengingat konsep keselamatan dan juga keamanan.

Museum Tsunami Aceh Tampak Dalam Indah
Museum Tsunami Aceh Tampak Dalam Indah
Museum Tsunami Aceh Tampak Dalam Indah Sebagai Tempat rekreasi
Museum Tsunami Aceh Tampak Dalam Indah Sebagai Tempat rekreasi

Dari tingkat teratas tersebut juga dapat digunakan untuk melihat hampir seluruh wilayah Aceh dari atas. Menurut penjelasan di atas, tentunya bangunan museum yang satu ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat untuk mengenang peristiwa Tsunami Aceh saja, akan tetapi juga digunakan sebagai bangunan penyelamat jika bahaya tiba-tiba terjadi lagi.

Akses dari Museum Tsunami Aceh pun sangat mudah, terletak di tengah kota membuat museum yang satu ini dapat dengan mudah ditemukan. Museum Tsunami Aceh terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda yang dapat Anda akses dengan menggunakan kendaraan pribadi atau dengan menggunakan kendaraan umum.

Baca juga artikel Nusantara Kaya mengenai Kekayaan Provinsi Aceh.

Sumber :

museumtsunami.blogspot.co.id

Majalah Asri

 

 

Hervino

Hervino

Founder NusantaraKaya.com, Family, Traveling and Culinary Lover.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
error: Konten dilindungi!!
Histats.com © 20