Saatnya Mengeksplorasi Keunikan Kalimantan Selatan

Apakah Anda pernah berbelanja di pasar tradisional? Lazimnya, para penjual menggelar dagangan di kios-kios kecil yang berjejer di sebuah area khusus. Namun, pemandangan serupa tidak akan Anda temukan di Pasar Terapung Siring Tendean yang berlokasi di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Para pedagang di pasar terapung ini tidak berjualan di kios-kios kecil, tetapi mereka memanfaatkan perahu kayu sebagai lapak. Sembari menyusuri ruas Sungai Martapura yang membelah kota itu, mereka menawarkan aneka hasil bumi serta jajanan tradisional khas Banjarmasin kepada pembeli. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Kalimantan Selatan, berikut ulasannya.

Sekilas Tentang Kalimantan Selatan

Sungai merupakan salah satu magnet bagi para pelancong yang berkunjung ke Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin. Tiap akhir pekan, banyak pengunjung datang ke kawasan Sungai Martapura untuk melihat aktivitas warga setempat berbelanja kebutuhan sehari-hari sekaligus merasakan sendiri pengalaman jual beli yang tidak biasa ini.

Salah Satu Sudut Sungai Martapura Banjarmasin Kalimantan Selatan
Salah Satu Sudut Sungai Martapura Banjarmasin

Jika dihitung, jumlah sungai di Banjarmasin mencapai 102 buah. Tak heran julukan “Kota Seribu Sungai” disematkan pada ibu kota Kalimantan Selatan ini. Dialiri oleh ratusan sungai, kondisi geografis Kalimantan Selatan berupa lahan gambut atau rawa-rawa serta hutan tropis alami.

Wilayah Kalimantan Selatan berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah di barat, Selat Makasar di timur, Laut Jawa di Selatan, dan Kalimantan Timur di utara. Dengan luas sekitar 37.530,52 km2, Kalimantan Selatan secara administratif dibagi atas 11 kabupaten dan 2 kota. Kalimantan Selatan resmi berdiri pada 1 Januari 1957 bersama dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Sebelumnya, 3 provinsi ini menyatu dalam wilayah Provinsi Kalimantan.

Kekayaan Alam Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan menyimpan potensi kekayaan alam yang luar biasa, khususnya bahan tambang. Setidaknya, ada 3 bahan galian tambang yang bisa ditemukan di Kalimantan Selatan, yaitu bahan galian logam, bahan galian energi, dan bahan galian industri.

Bahan galian energi yang bisa ditemukan di daerah Kalimantan Selatan adalah batubara dan minyak bumi. Beberapa lokasi yang merupakan lokasi endapan batu bara adalah Kotabaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Tabalong, dan Balangan. Sementara itu, potensi bahan galian minyak bumi terdapat di Kabupaten Tabong.

Untuk bahan galian logam, jenis yang paling menonjol adalah emas dan bijih besi. Emas dapat ditemukan di Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Hulu Sungai Tengah. Sementara itu, bijih besi dapat ditemukan di Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, Tapin, dan Balangan.

Untuk bahan galian industri, salah satu kekayaan alam Kalimantan Selatan adalah intan. Daerah penghasil intan terbesar adalah Kecamatan Cempaka, Kabupaten Banjarbaru. Tak heran jika para penduduknya bermata pencaharian sebagai pendulang intan. Mereka berkelompok menggali lubang dan mencari intan dengan metode serta peralatan tradisional. Intan tersebut kemudian diangkut ke Martapura. Di kota ini, intan dibersihkan, digosok, dan dibentuk menjadi beragam perhiasan, seperti cincin, gelang, kalung, dan anting.

Pendulang Intan sedang mendulang Intan di Banjarbaru Kalimantan Selatan
Pendulang Intan sedang mendulang Intan, sumber : indonesia-tourism.com

Selain itu, ada kromit yang banyak terdapat di Kabupaten Tanah Laut. Marmer yang banyak terdapat di Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Tabalong. Bahan galian industri lain adalah batu gamping, pasir kuarsa, dan kaolin.

Kebudayaan Kalimantan Selatan

Penduduk Kalimantan Selatan sebagian besar merupakan Suku Banjar. Suku ini terbagi atas 3 kelompok, yaitu Banjar Kuala, Banjar Pahuluan, dan Banjar Batang Banyu. Selain Suku Banjar, ada pula masyarakat bersuku Jawa yang jumlahnya lumayan banyak. Umumnya, mereka merupakan warga transmigran yang pindah dari Pulau Jawa untuk menetap di Kalimantan Selatan.

Kelompok lainnya adalah Suku Bugis, Suku Dayak, Suku Madura, Suku Mandar, Suku Batak, Suku Bali, dan etnis Tionghoa. Mereka tersebar di seluruh wilayah di Kalimantan Selatan.

Bahasa yang biasa digunakan di Kalimantan Selatan adalah bahasa Banjar dengan dialek Banjar Kuala maupun Banjar Hulu. Sementara itu, Suku Dayak yang tinggal di kawasan Pegunungan Meratus menggunakan bahasa Dayak Meratus. Nah, jika Anda ingin mengenal lebih jauh kekayaan budaya di Kalimantan Selatan, jangan lupa untuk mendalami tradisi-tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat lokal.

  1. Bausung

Tradisi Bausung merupakan salah satu prosesi dalam upacara pernikahan. “Bausung” berasal dari kata usung yang berarti gendong. Dalam tradisi ini, kedua pengantin akan digendong di atas bahu oleh 2 penari sebelum mereka disandingkan di pelaminan. Prosesi ini pun semakin menarik dengan disertai oleh iring-iringan musik.

Dahulu, Tradisi Bausung dilangsungkan di kalangan masyarakat Banjar yang berkasta tinggi. Namun, saat ini sudah banyak orang yang melakukannya dan dianggap sebagai bagian hiburan bagi masyarakat setempat.

  1. Baayun Maulid

Tradisi ini biasa digelar setiap tahun, tepatnya pada Maulid Nabi Muhammad SAW. Prosesi yang dilakukan adalah menaiki ayunan khusus yang telah dihias oleh berbagai macam benda, seperti janur beragam bentuk, rantai, buah-buahan, bahkan uang. Bukan hanya anak-anak, ayunan ini juga bisa dinaiki oleh orang dewasa.

Ayunan pada umumnya berwarna kuning karena warna ini merupakan simbol kebesaran dan kejayaan Kerajaan Banjar pada masa lampau. Makna tradisi ini adalah agar orang yang menaiki ayunan tersebut dapat meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Menurut sesepuh dari Suku Banjar, upacara Baayun Maulid sebenarnya merupakan warisan dari masa lalu, yaitu sejak Kerajaan Banjar berdiri. Hal ini ditandai oleh masuknya Pangeran Samudra dan rakyatnya ke agama Islam. Oleh karena itu, tradisi ini dahulu ditujukan untuk anak-anak keluarga kerajaan yang lahir pada bulan Safar. Dengan melakukan tradisi ini, anak diharapkan dapat terhindar dari bala.

  1. Madihin

Madihin adalah sejenis puisi lama yang dilisankan atau dituliskan dalam bahasa Banjar. Madihin sebenarnya berasal bahasa Arab yaitu “madah” dan berarti nasihat. Kesenian Madihin merupakan kesenian yang bertipe hiburan dan biasanya dibacakan oleh seorang seniman bernama Pamadihin.

Untuk menjadi pamadihin tidak gampang. Ia harus melengkapi dirinya dengan kekuatan supranatural atau Pulung. Kekuatan ini dipercaya berasal dari seorang tokoh gaib yang disebut Datu Madihin. Kesenian Madihin biasanya digelar pada malam hari dengan durasi 2-3 jam di ruang terbuka. Seniman pamadihin bisa terdiri atas pria maupun wanita dengan jumlah 1-4 orang.

  1. Upacara Adat Bawanang

Upacara ini biasa diadakan di Desa Paramasan, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar. Biasanya, upacara ini dilakukan oleh Suku Dayak Maratus. Sebelumnya, harus dilakukan upacara adat bapalas dan bamula. Upacara adat Bawanang tepatnya dilakukan setelah padi dipanen. Ini merupakan ungkapan syukur atas berkah dari Sang Pencipta.

Pariwisata Kalimantan Selatan

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Kalimantan Selatan tanpa mengeksplorasi objek wisatanya. Selain Pasar Terapung Siring Tendean, masih banyak destinasi menarik yang layak dikunjungi dan dinikmati di Kalimantan Selatan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bukit Telang dan Beberapa Bukit Lainnya

Bak berada di negeri dongeng, hamparan rumput hijau dan segar akan menyapa mata Anda saat berkunjung ke Bukit Telang. Kontur tanahnya yang berbukit-bukit semakin eksotis karena hanya tersedia sebaris jalan setapak dari tanah. Berada di atas bukit ini, Anda bisa menikmati pemandangan alam yang sangat indah dan memukau.

Untuk mencapai Bukit Telang, dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kota Banjarmasin. Selanjutnya, pengunjung harus melewati perkebunan sawit dan hutan. Karena sulitnya akses yang tersedia, area ini belum terlalu ramai. Sebagian pengunjung memanfaatkan ketenangan tersebut untuk berkemah sekaligus menikmati panorama langit saat matahari terbit atau terbenam.

Selain Bukit Telang, ada pula beberapa spot lainnya yang menawarkan keindahan yang tak kalah eksotisnya, seperti Bukit Priya di Kabupaten Tanah Laut, Bukit Patra Bulu di Kabupaten Banjar, Bukit Matang Kaladan-Riam Kanan di Kabupaten Banjar, Bukit Birah di Kabupaten Tanah Laut, dan sebagainya.

  1. Danau-danau di Kalimantan Selatan

Selain bukit, di Kalimantan Selatan juga terdapat sejumlah danau dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Contohnya, Danau Nes 12 yang terletak di Kabupaten Tapin. Lokasi danau ini sekitar 90 km dari Kota Banjarmasin. Untuk mencapainya, Anda harus  berkendara sekitar 2-3 jam. Tak perlu ragu karena setiba di sana, Anda tidak akan menyesal.

Danau Nes 12 terbentuk dari bekas galian tambang yang menampung air hujan. Karena sisa kadar asam dari bekas tambang, air yang tertampung di cekungan ini berwarna sangat biru. Dari kejauhan, danau ini terlihat cantik dan memesona. Banyak pengunjung yang datang ke sini hanya untuk sekadar mengabadikan momen dalam jepretan kamera untuk diunggah di media sosial.

Selain itu, ada Danau Biru Pengaron yang terletak di Kabupaten Banjar. Seperti halnya Danau Nes 12, danau ini juga merupakan bekas galian tambang. Tak heran, tebing yang berada di sisi-sisi danau terlihat megah sekaligus cantik. Apalagi jika Anda menikmatinya dari kejauhan, tampilan danau tampak sangat menarik.

Selain kedua danau ini, ada pula Danau Galuh Cempaka yang terletak di Kabupaten Banjarbaru dan Danau Pantai Cabi di KabupatenTapin. Semuanya menawarkan pesona alam yang luar biasa indahnya.

  1. Kawasan Pantai dan Pulau

Jika Anda menyukai wisata pantai, berkunjunglah ke Teluk Tamiang, Kabupaten Kotabaru. Kawasan pantai ini masih sangat tenang dan bersih dengan air yang jernih dan pasir yang putih. Bukan hanya pemandangannya yang memesona, Anda pun akan dimanjakan dengan keindahan terumbu karangnya yang masih terjaga.

Ada pula destinasi lain yang disebut Pulau Samber Gelap. Untuk mencapai pulau ini, Anda bisa menggunakan speed boat yang berangkat dari Pelabuhan Panjang, Kotabaru. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, Anda akan menemukan sebuah pulau kecil dengan kawasan pantai yang berair sangat jernih.

Objek wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Tanjung Kunyit. Di pulau ini, Anda bisa naik ke mercusuar sehingga bisa menikmati keindahan alam yang masih asri serta kawasan pantai dari ketinggian.

Beberapa pulau lain yang bisa menjadi alternatif tujuan Anda adalah Pulau Denauan, Pulau Pemalikan, Pulau Birah-birahan, Pulau Tanjung Ketapang, Pulau Gedambaan (Sarang Tiung) dan Pantai Teluk Gosong.

Nah, demikian ulasan singkat tentang Kalimantan Selatan yang tentu sangat menarik untuk dieksplorasi. Dengan berkunjung ke Kalimantan Selatan, Anda bukan hanya dapat menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan, tetapi memperoleh pengalaman yang tak terlukiskan.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2015/04/20/142600227/Sungai.Jadi.Magnet.Wisata.Kota.Banjarmasin

http://kalselprov.go.id/profil/profil-daerah-provinsi-kalimantan-selatan

http://www.tribunnews.com/travel/2016/01/08/bukit-telang-di-kota-pelaihari-bak-keindahan-bukit-berkarpet-rumput-negeri-teletubbies

http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/01/28/genggam-rindu-di-danau-biru-pengaron?page=3

http://bkpmd.kalselprov.go.id/index.php/artikel/potensi/pertambangan

Leni Marlin

Leni Marlin

Leni Marlin Lase, kontributor NusantaraKaya.com, penulis yang senang mengeksplorasi banyak hal, termasuk traveling, kuliner, dan budaya Indonesia. Tantangan terbesarnya adalah memastikan pembaca ikut merasakan dampak dari eksplorasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
error: Konten dilindungi!!
Histats.com © 20