Provinsi Sulawesi Utara, Bertemunya Kekayaan Budaya dan Pesona Alam Nusantara

Provinsi Sulawesi Utara adalah jazirah di ujung utara Pulau Sulawesi yang kerap dijuluki sebagai “The Land of Smile” karena penduduknya yang sangat ramah. Provinsi ini bertetangga dengan Davao del Sur, Filipina.

Wilayah Provinsi Sulawesi Utara dikelilingi oleh perairan Laut Maluku, Samudera Pasifik, dan Laut Sulawesi. Hanya pada bagian timur, provinsi ini berbatasan dengan daratan Gorontalo. Mulanya, daerah Gorontalo ini merupakan bagian dari Sulawesi Utara, sebelum berdiri sendiri menjadi provinsi otonom pada akhir 2000 silam.

Sulawesi Utara sering disebut-sebut sebagai daerah yang menawarkan beragam pesona. Tak hanya penduduknya yang sangat ramah, daerah ini memiliki kekayaan keanekaragaman hayati, budaya yang pluralis, dan panorama yang mengagumkan.

Mengenal Provinsi Sulawesi Utara

Wilayah Sulawesi Utara yang memiliki luas 13.851 kmterdiri dari dari dua zona utama. Zona selatan berupa dataran rendah dan tinggi, membentang dari Bolaang sampai Minahasa Utara. Zona utara berupa kepulauan, dari Pulau Miangas sampai Pulau Siau. Pulau Miangas sendiri merupakan pulau terluar dan menjadi titik paling utara wilayah Indonesia.

Peta Pembagian Daerah Administrasi Provinsi Sulawesi Utara
Peta Pembagian Daerah Administrasi Provinsi Sulawesi Utara

Menurut Pemprov Sulawesi Utara, ada 2.412.118 penduduk pada 2015 yang menempati dua zona provinsi ini. Zona tersebut juga memiliki gunung-gunung, di antaranya Soputan, Lokon, Karangetang, dan Klabat. Selain Klabat, gunung-gunung tersebut masih aktif dan mengeluarkan abu vulkanik.

Perjalanan Sejarah Sulawesi Utara

Sulawesi Utara adalah provinsi dengan perjalanan panjang. Fosil-fosil hewan purba banyak ditemukan di sana, begitu pula dengan benda-benda dari zaman prasejarah. Benda prasejarah di Sulawesi Utara menunjukkan jejak tiga masa, yaitu palaeolitikum, megalitikum, dan neolitikum. Luar biasa, bukan?

Tak berhenti di zaman prasejarah, provinsi yang memiliki hari jadi resmi pada 14 Agustus 1959 ini terus mengukir cerita. Sulawesi Utara pernah menjadi bagian Majapahit, kemudian pada 1521, armada Spanyol mendarat untuk pertama kalinya di wilayah Manado, ibu kota Sulawesi Utara sekarang ini. Pada 1946, pasukan Spanyol yang membuka pos di Minahasa tersebut berhasil diusir dari tanah Sulawesi Utara.

Setelah masa kemerdekaan, Sulawesi berdiri sebagai provinsi, dengan Sulawesi Utara sebagai bagiannya. Gubernur pertamanya adalah Sam Ratulangi yang merupakan seorang pahlawan nasional dari Minahasa. Sebagai penghargaan kepada Bapak Sam Ratulangi, saat ini foto beliau menghiasi lembaran uang 20.000 rupiah.

Gambar Pahlawan Sam Ratulangi dalam Pecahan Uang 20000
Gambar Pahlawan Sam Ratulangi dalam Pecahan Uang 20000

Kekayaan Alam Sulawesi Utara

Sulawesi Utara terkenal dengan keanekaragaman hayatinya yang sangat kaya. Kalau Anda mempelajari atau sekadar ingin melihat biodiversitas Indonesia, Sulawesi Utara adalah daerah yang tak boleh dilewatkan.

Di Taman Nasional Bunaken saja, terdapat sedikitnya 390 spesies terumbu karang dan 150 spesies ikan. Di bawah permukaan laut juga hidup beraneka spesies rumput laut, alga, mamalia laut, reptil, dan moluska.

Taman Nasional Bunaken di Provinsi Sulawesi Utara
Taman Nasional Bunaken di Provinsi Sulawesi Utara

Bagian darat Taman Nasional Bunaken, yang hanya mencakup 3% dari total area, dihuni oleh bermacam jenis burung, kus-kus sulawesi, dan rusa. Tanaman darat juga tumbuh subur di daerah ini, di antaranya mangrove, sagu, woka, gebang, pinang, dan kelapa.

Itu baru Bunaken. Bagian lain dari alam Sulawesi Utara masih menjadi rumah bagi satwa endemik Sulawesi lainnya, misalnya tarsius (monyet hantu berukuran kecil), yaki (monyet hitam sulawesi), celepuk sulawesi, dan burung maleo.

Celepuk sulawesi, dikenal dengan nama manguni di Minahasa, adalah spesies burung hantu yang dijadikan lambang beberapa kota dan kabupaten di Sulawesi Utara. Sementara Maleo merupakan burung berukuran tak jauh beda dengan ayam besar, tetapi telurnya bisa lima kali lebih besar dari telur ayam. Unik sekali, ya?

Burung Maleo khas Provinsi Sulawesi Utara
Burung Maleo khas Provinsi Sulawesi Utara

Memiliki gunung api, tanah Sulawesi Utara juga sangat subur untuk dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Bahkan sejak masa penjajahan, Sulawesi Utara sudah dikenal sebagai lumbung padi. Provinsi ini pun kemudian dikenal sebagai salah satu pusat logistik Indonesia.

Budaya Sulawesi Utara yang Pluralis

Saat memasuki wilayah Sulawesi Utara, Anda akan disambut oleh senyum hangat penduduk setempat. Penduduk provinsi yang memiliki semboyan “Si Tou Timou Tumou Tou” (manusia hidup untuk menghidupi ) ini terdiri berbagai etnis. Tiga etnis dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Minahasa, Sangihe (Sangir), dan Bolaang Mangondow.

Bagi orang Minahasa, Sangihe, dan Bolaang Mangondow, keramahan adalah hal yang biasa. Semboyan “hidup untuk menghindupi” berarti selama hidup, mereka ingin memberi manfaat untuk orang lain.

Keramahan orang Sulawesi Utara juga muncul dari pengalaman mereka berinteraksi dengan orang dari berbagai etnis, agama, dan negara. Maklum saja, Sulawesi Utara menjadi jalur perdagangan Asia-Pasifik, baik pada masa silam maupun sekarang ini. Daerah ini pun menjadi tempat persinggahan para musafir.

Sulawesi Utara memiliki budaya yang sangat pluralis. Masyarakatnya hidup berdampingan dengan harmonis dan sangat menghargai keberagaman. Anda bisa melihat bukti kemajemukan Sulawesi Utara di Bukit Kasih di Kabupaten Minahasa. Di satu area yang sama, berdiri semua tempat ibadah resmi di Indonesia. Siapa saja boleh beribadah di sana—kapan saja tanpa ada batasan.

Kemajemukan Provinsi Sulawesi Utara juga terlihat dari bahasa mereka. Meskipun secara resmi menggunakan bahasa Indonesia, Sulawesi Utara memiliki bahasa atau logat lokal  yang bermacam-macam. Secara umum, bahasa lokal ini terbagi ke dalam rumpun bahasa Bolaang Mongondow, Gorontalo, Sangihe Talaud, dan Minahasa. Dalam percakapan sehari-hari, terutama di area perkotaaan, Anda juga akan mendengar istilah serapan dari bahasa Belanda, Portugis, atau Spanyol.

Pesona Pariwisata Alam Provinsi Sulawesi Utara

Provinsi Sulawesi Utara memang sangat lekat dengan tempat wisata Bunaken, salah satu tempat wisata paling eksotis di dunia. Dari rata-rata 16.000 turis luar kota dan negeri yang berkunjung ke Sulawesi Utara setiap tahunnya, sebagian besar datang untuk mengunjungi Bunaken.

Di bawah perairan Bunaken, terdapat pemandangan terumbu karang dan biota laut yang menakjubkan, sedangkan di daratannya, terdapat hamparan pantai berpasir putih dan pemandangan laut biru yang tenang. Namun, tak hanya Bunaken, Sulawesi Utara siap memanjakan mata wisatawan dengan pesona alamnya.

Berikut tempat-tempat yang harus Anda kunjungi ketika singgah di provinsi ini.

Danau Tondano

Danau cantik di Manado ini merupakan danau terluas di Sulawesi Utara, yaitu 4.278 ha. Berada 600 m di atas permukaan laut, Danau Tondano dikelilingi oleh pegunungan dan bukit yang membuat panorama tempat ini semakin menawan hati. Anda bisa memancing ikan atau menyusuri danau menggunakan perahu.

Penampakan Danau Tondano Sulawesi Utara di lihat dari Bukit Gantung
Penampakan Danau Tondano Sulawesi Utara di lihat dari Bukit Gantung, sumber : http://jemmysphoto.blogspot.co.id

Taman Wisata Tandurusa

Saat singgah di Sulawesi dan ingin melihat hewan-hewan endemik pulau ini, jangan lewatkan Taman Wisata Tandurusa di Kota Bitung. Di area taman inilah, Anda dapat melihat langsung kera hitam, babirusa, kus-kus sulawesi, burung-burung, dan aneka jenis ular.

Kota Bunga Tomohon

Tomohon merupakan kota terbesar ketiga di Sulawesi Utara, setelah Manado dan Bitung. Wilayahnya berupa pegunungan yang subur, sekitar 22 km dari Kota Manado.

Anda dapat menjumpai hamparan bunga berwarna-warni di tepi jalan-jalan Tomohon, dengan pemandangan terbaik berada di lereng gunung. Anda bisa datang pada Juni-Juli setiap tahun kalau ingin melihat Festival Bunga Tomohon. Dalam festival ini, Anda akan melihat ribuan bunga dalam berbagai jenis dan warna.

Itu baru sebagian tempat wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Masih banyak tempat wisata alam lain yang menyuguhkan panorama indah. Apalagi, selain alam, terdapat tempat-tempat wisata religi, budaya, pendidikan, sejarah, dan tentunya kuliner. Daya tarik tersebut cukup menjadi alasan Anda untuk berkunjung ke Sulawesi Utara.

Referensi:

http://www.sulutprov.go.id/mengenal-sulut/sosial-dan-kependudukan/kependudukan/

http://travel.kompas.com/read/2016/05/06/213735327/Menyatu.di.Sulawesi.Utara.Dari.Keindahan.Alam.Kekayaan.Biodiversitas.Hingga.Kultur.Eksotis

http://travel.kompas.com/read/2016/06/25/174254227/ini.7.alasan.utama.mengapa.harus.wisata.ke.sulawesi.utara

http://www.gocelebes.com/bukit-kasih-sulawesi-utara/

http://www.gocelebes.com/taman-laut-nasional-bunaken/

http://wisatamanado.info/obyek-wisata-manado/taman-wisata-tandurusa.html

http://informasipedia.com/wilayah-indonesia/daftar-luas-kabupaten-kota-di-indonesia/654-daftar-luas-kabupaten-kota-di-provinsi-sulawesi-utara.html

https://www.scribd.com/document/333900186/Peninggalan-Purba-Di-Sulawesi

http://www.seputarsulut.com/taman-laut-bunaken/

https://en.wikipedia.org/wiki/Bunaken

https://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Utara

https://www.vebma.com/wisata/Destinasi-Wisata-Di-Kota-Bunga-Tomohon-Sulawesi-Utara/7844

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Endah Anomsari

Endah Anomsari

Endah Anomsari, kontributor NusantaraKaya.com, pencinta kopi dan buku yang memiliki hobi menulis. Tulisannya mengangkat beragam tema—tak terkecuali tentang pesona pariwisata Indonesia.

One thought on “Provinsi Sulawesi Utara, Bertemunya Kekayaan Budaya dan Pesona Alam Nusantara

  • Avatar
    March 20, 2019 at 7:15 pm
    Permalink

    Artikel yang sangat bagus …
    Ulasan informasi yang disampaikan sangat bermanfaat …
    Ditunggu artikel sslanjutnya …
    Terimakasih salam kenal …

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
error: Konten dilindungi!!
Histats.com © 20