Potensi dan Kekayaan Alam Provinsi Sulawesi Tenggara

Potensi dan Kekayaan Alam Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki luas wilayah laut lebih luas jika dibandingkan dengan daratan yang dimilikinya. Luas daratan yang dimilikinya hanya sekitar 28 persen atau 38.140 km2. Sedangkan Luas lautannya mencapai 72 persen dari total keseluruhan wilayah yang dimiliki yaitu 114,879 km2.

Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara terdiri atas 361 pulau yang memiliki nama, 290 pulau yang tidak memiliki nama, 86 pulau tanpa nama dan diantaranya bahkan tidak berpenghuni.  Dari keseluruhan wilayah kepulauan yang dimiliki terhitung terdapat  651 pulau yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara.

Peta Administrasi Provinsi Sulawesi Tenggara
Peta Administrasi Provinsi Sulawesi Tenggara

Total penduduk yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai kurang lebih 2,1 juta jiwa. Dengan memiliki luas wilayah yang luas serta sumber daya manusia yang dimiliki, diharapkan mampu untuk mengembangkan potensi Sulawesi Tenggara dari berbagai sector.

Berikut kekayaan alam dari Sulawesi Tenggara yang dapat meningkatkan pendapatan daerah:

Sektor Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara

Pada sector pertanian terdapat beberapa sawah yang menggunakan irigasi secara teknis maupun non teknis. Luas total sawah yang menggunakan sistem pengairan seluas 70.726 ha.

Total luas sawah tersebut terdiri dari sawah berpengairan setengah teknis seluas 20.163 ha, berpengairan sederhana PU seluas 10.460 ha, berpengairan teknis seluas 24.744 ha, berpengairan irigasi desa seluas 15.359 ha.

Sedangkan luas area persawahan yang menggunakan sistem tadah hujan mencapai luas  13.858 ha, sistem pengairan pasang surut seluas 2.211 ha, dan system  pengairan lainnya seluas 1.212 ha.

Dari total keseluruhan wilayah persawahan tersebut, Provinsi Sulawesi Tenggara mampu menghasilkan 57.943 ton padi setiap tahunya yang berasal dari lahan irigasi teknis dan non teknis.

Untuk hasil pertanian lainnya mencapai 9.860 ton jagung yang berasal dari lahan seluas 16.253 ha per panen. Sedangkan untuk panen ubi jalar, Provinsi Sulawesi Tenggara mampu menghasilkan hasil panen mencapai 142.20 ton setiap tahunnya dengan area panen seluas 3.960 ha.

Sektor Kehutanan yang Berpotensi

Di sektor kehutanan, terdapat 5 hutan suaka alam, 52 hutan cagar budaya dan 42 hutan lindung. Luas kawasan hutan secara keseluruhan dari Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai  1.061.270 ha atau sekitar 40,82 persen dari keseluruhan total wilayah dari Sulawesi Tenggara.

Pada tahun 2005, terdapat sebuah lahan kritis yang mencapai  1.202.040 ha yang harus segera direboisasi agar bias kembali lagi seperti semula.

Namun upaya terebut sedikit sulit karena kurangnya kerja sama antara pemerintah dan rakyat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutannya.

Hasil yang didapatkan dari sector perhutanan terbagi berdasarkan jenis hutan. Yaitu hasil hutan ikutan dan hasil hutan Non HPH.

Pada tahun 2004 hasil hutan non HPH berbentuk kayu bulat dengan total produksi  mencapai 61.855,79 ton. Sedangkan kayu gergajian, total produksi yang dicapai mencapai 953.94 m³.

Tidak hanya itu, hasil produksi hutan juga terdapat kayu olahan yang  mencapai 9.539 ton. Sedangkan hasil hutan ikutan berupa rotan mampu mencapai  produksi sebesar 14.861.82 m³.

Sektor Perikanan dan Kelautan menjadi Andalan Provinsi Sulawesi Tenggara

Pada sektor kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan sumber daya alam yang sangat berpotensi. Hasil tangkapan ikan yang dihasilkannya pun cukup tinggi.

Yaitu mencapai 250.000 ton setiap tahunnya. Namun tingkat pemanfaatan ikan tidak berbanding lurus dengan hasil tangkapan yang dihasilkan, yaitu  hanya mencapai 157.479 ton/tahun.

Potensi Perikanan Sulawesi Tenggara
Potensi Perikanan Sulawesi Tenggara

Beberapa jenis ikan yang dihasilkan dari wilayah perairan Provinsi Sulawesi Tenggara antara lain berjenis ikan layang, ikan merah, kembung, lemuru, tenggiri, dan kerapu.

Di wilayah laut Banda, laut Flores, Teluk Tomini, dan Teluk Bone memiliki potensi ikan mencapai 77.500 ton setiap tahunnya. Sedangkan Ikan Cakanfang mencapai 38.670 ton setiap tahunnya.

Sektor Peternakan

Sektor peternakan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara didominasi oleh ternak kambing, ternak sapi, domba, babi, dan itik.

Pada Tahun 2005, Populasi sapi potong sebanyak 212.000 ekor, jumlah pemotongan setiap tahunnya mencapai 24.020 ekor sapi. Sedangkan pertumbuhan populasi sapi hanya  mencapai 2%.

Pada hewan petenakan  kecil,  seperti populasi Kambing. Pada tahun 2005 populasi kambing mencapai 90.089 ekor,  populasi domba sebanyak 240 ekor dan populasi babi mencapai 27.760 ekor.

Sedangkan untuk populasi ungags mencapai 7.431.140 ekor ayam buras, 40.820 ekor ayam petelur. Dengan jumlah tersebut maka mampu dihasilkan  443.600 ton daging ayam. Untuk Jumlah populasi ayam pedaging mencapai 810.000 ekor dengan jumlah peternak 232 orang.

Sektor Perkebunan

Pada Sektor perkebunan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara ini, telah didominasi oleh komoditas , lada, vanili, tebu, kakao, kopi, kelapa sawit dan jambu mete.

Luas areal perkebunan kopi yang dimiliki pada 2005 mencapai 10.541 ha. Dengan luas perkebunan kopi tersebut mampu menghasilkan jumlah produksi 3.587 ton setiap tahun.

Sedangkan  Luas areal perkebunan kelapa sawit di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara ini mencapai 3.602 ha, Luas perkebunan lada 12.3274 ha dengan jumlah produksi 2.851 ton per tahun, perkebunan kakao seluas 175.349 ha dengan jumlah produksi mencapai  110.521 ton per tahun. perkebunan vanili 1.280 ha dengan jumlah produksi mencapai 18 ton setiap tahun.

Untuk komoditas unggulan selanjutnya adalah jambu mete. Luas area perkebunan jambu mete mencapai 119.659 ha dengan jumlah produksi mencapai 34.034 ton setiap tahun. Dengan berbagai macam variasi perkebunan yang dimiliki diharapkan mampu untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Sektor Pertambangan

Salah satu sector yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah adalah sector pertambangan. Sumber daya alam yang  potensial di wilayah Sulawesi Tenggara adalah sektor pertambangan seperti marmer, aspal dan biji nikel.

Lokasi penyebaran aspal terdapat di wilayah Kabupaten Biton dan Kabupaten Muna. Luas areal pertambangan aspal di kedua kabupaten tersebut mencapai 13.003,67 ha. Dengan luas area pertambangan aspal tersebut mampu menghasilkan aspal  dengan jumlah cadangan potensi/deposit mencapai 680.747.000 ton.

Pada jenis tambang batu marmer, lokasi penyebarannya berada di wilayah Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Kolaka.  Luas areal pertambangan keseluruhan mencapai  189.082 ha.

Dengan luas wilayah tersebut mampu menghasilkan  jumlah potensi/deposit mencapai 206.237.000.000 m³. Untuk  biji nikel, produksinya berdasarkan data tahun 2005 mencapai 1.426.672 ton.

Setiap daerah pasti memiliki kekayaan alam dan potensi yang siap dikembangkan agar menjadi lebih baik lagi. Seperti halnya di Provinsi Sulawesi tenggara ini, terdapat berbagai macam kekayaan alam yang begitu melimpah. Dengan mengembangkan berbagai macam sector yang potensial sesungguhnya dapat meningkatkan pendapatan daerah dan mampu menyejahterakan masyarakat.

Oleh karena itulah, dibutuhkan kerja sama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk berkontribusi bersama mengembangkan potensi daerah masing-masing.

Sektor Pariwisata di Sulawesi Tenggara

Sebenarnya potensi Pariwisata Sulawesi Tenggara juga sangat menarik untuk dibahas, ada Pulau Bokori, Taman Laut Wakatobi, dll. Namun karena Tempat wisata tersebut sangat indah dan tidak akan cukup jika hanya diulas dengan beberapa paragraf saja, maka selanjutnya akan kami ulas secara detail pariwisata di Sulawesi Tenggara.

Pulau Bokori Wisata Kebanggaan Sulawesi Tenggara
Pulau Bokori Wisata Kebanggaan Sulawesi Tenggara

Dengan kerja sama yang baik maka diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah secara umum. Secara khususnya mampu menyokong perkembangan perekonomian nasional.

Jika daerah sudah mampu menyejahterakan rakyatnya maka secara tidak langsung pemerintah telah berhasil menyejahterakan rakyatnya secara menyeluruh.

Sumber:

http://dokumenimigrasi.blogspot.co.id/p/tambang-sulawesi-tenggara.html

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hervino

Hervino

Founder NusantaraKaya.com, Family, Traveling and Culinary Lover.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
error: Konten dilindungi!!
Histats.com © 20