Mengenal Lebih Jauh Tentang Negara Kepulauan Indonesia dan Potensinya

Indonesia merupakan salah satu negara di belahan dunia yang termasuk dalam jajaran Negara kepulauan. Hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai macam pulau mulai dari pulau besar hingga pulau terkecil yang membenteng dari barat hingga ke timur. Maka kepulauan Indonesia juga terkenal hingga mancanegara.

Tak hanya disebut dengan Negara Kepulauan saja, bahkan letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat posisi Indonesia menjadi strategis. Berada di antara dua samudera yakni Samudera Hindia dan Pasifik serta berada di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia.

Karena hal ini pula, membuat Indonesia sebagai akses pintu gerbang pelayaran internasional sekaligus menjadi kawasan lalu lintas pelayaran adanya kapal-kapal asing yang secara otomatis akan melintasi perairan Negara Kepulauan Indonesia.

Jika melihat dari Konvensi Hukum Laut Internasional pada tahun 1983 yang merupakan hasil dari Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai hukum laut yang terdiri atas 17 bab dan 320 pasal. Bagian ini tentu menjadi sangat penting untuk Negara Kepulauan Indonesia mengingat adanya perjuangan panjang secara yuridis formal mengenai konsepsi hukum laut supaya mendapat pengakuan secara internasional.

Secara teoritis, Negara Indonesia dikenal dengan sebutan Negara Kepulauan terbesar di dunia dimana luas wilayahnya sebesar 1.904.569 km persegi dengan jumlah pulau sebanyak 17.508. Populasi penduduknya kurang lebih sekitar 258.316.051 jiwa berdasarkan data Juli 1016 yang membuat Indonesia menduduki Negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia.

 

Pulau dan Kepulauan besar di Kepulauan Indonesia
Pulau dan Kepulauan besar di Indonesia

Keterangan :

  1. Hijau : Pulau Sumatera
  2. Biru Muda : Pulau Jawa
  3. Kuning : Pulau Kalimantan
  4. Coklat : Pulau Sulawesi
  5. Merah : Kepulauan Nusa Tenggara
  6. Biru : Kepulauan Maluku
  7. Oranye : Pulau Papua

Sebagian besar penduduk Indonesia merupakan Muslim, sehingga menjadikan Indonesia sebagai Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, walaupun bukan Negara islam.

Pada tahun 1987, bagian Pusat Survei dan Pemetaan ABRI atau Passurta ABRI menyatakan bahwa dengan jumlah pulau di Indonesia sebanyak 17.508 pulau, dengan 5.707 pulau mempunyai nama termasuk 337 nama pulau yang berada di sungai.

Untuk lebih lengkapnya mengenai nama-nama pulau di Kepulauan Indonesia, anda dapat baca di Wikipedia/Daftar Pulau di Indonesia.

Setelah lima tahun berselang atau lebih tepatnya pada tahun 1992, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) mencatat sebanyak 6.489 pulau di Indonesia yang sudah mempunyai nama termasuk 374 nama pulau yang berada di sungai. Sementara berdasarkan data dari Departemen Dalam Negeri di tahun 2004 menyatakan bahwa sebanyak 7.870 tercatat sudah mempunyai nama, sedangkan sebanyak 9.634 pulau belum atau tidak mempunyai nama.

Dari sekian banyak pulau yang terdapat pada Negara Kepulauan Indonesia hanya sekitar 6.000 pulau yang dihuni oleh manusia. Dan dari 34 propinsi yang berada di Indonesia, Kepulauan Riau mempunyai jumlah pulau terbanyak dalam wilayahnya yakni sebanyak 2.408 pulau dengan 1.350 pulau sudah mempunyai nama dan 1.058 pulau belum mempunyai nama.

Tak hanya disebut dengan Negara Kepulauan saja, Indonesia juga dikenal dengan sebutan Negara maritim. Maksud dari Negara maritime ini yaitu Indonesia sebagai Negara Kepulauan yang sebagian besar dari wilayahnya terdiri atas laut. Dengan adanya hal ini maka secara administratif Indonesia mempunyai ciri khas pada batas-batas wilayah Negara.

Baca artikel kami mengenai Potensi Kemaritiman Indonesia.

Hal ini ternyata berbeda dengan Negara-negara yang berada di daratan yang hanya mempunyai satu jenis batas wilayah Negara yaitu batas territorial yang berbatasan langsung dengan Negara lain di sekitarnya.

Mengenai batas perairan suatu negara ternyata sudah disepakati oleh berbagai negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dan sesuai dengan hasil kesepakatan pada Konferensi Hukum Laut Internasional yang sudah disepakati tersebut, menjadikan Indonesia mempunyai tiga batas wilayah laut, yaitu Batas Laut Teritorial, Batas Landas Kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Batas-Batas Wilayah Laut Negara Kepulauan Indonesia

Dan berikut penjelasan mengenai batas-batas wilayah laut Negara Kepulauan Indonesia :

  1. Batas Laut Teritorial

Laut Nusantara adalah laut yang lokasinya berada di antara pulau-pulau yang dibatasi oleh garis dasar pulau tersebut. Sementara pengertian dari Batas Laut Teritorial yaitu batas kedaulatan penuh negara Republik Indonesia, artinya negara-negara lain tidak diperbolehkan untuk memasuki wilayah tersebut tanpa adanya izin dari Negara Indonesia.

Meski demikian, Indonesia juga menyediakan jalur pelayaran sebagai prasarana lalu lintas damai dan pada jalur ini Indonesia juga mempunyai hak penuh untuk memanfaatkan sumber daya yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu, potensi Negara Kepulauan Indonesia tetap masih bisa dikendalikan tanpa harus melibatkan Negara lain karena hal tersebut sudah tercantum dalam peraturan wilayah laut.

Untuk Batas Laut Teritorial ditarik sejauh 12 mil laut yang diukur dari garis pantai terjauh menjorok ke laut (dalam 1 mil laut setara dengan 1,852 km). Penentuan titik pantai yang dijadikan patokan untuk melakukan pengukuran yaitu dengan mencari garis pantai paling jauh yang menjorok ke laut.

Setelah ketemu garis pantai tersebut, maka garis tersebut dicari rata-rata saat air menunjukkan air pasang dengan saat air surut. Dan garis ini yang disebut dengan garis dasar dan dari garis inilah untuk selanjutnya diukur sepanjang 12 mil ke bagian laut untuk mengetahui Batas Laut Teritorial.

  1. Batas Landas Kontinen

Landas Kontinen (Continentel Shelf) yaitu bagian dari benua yang keberadaannya terendam oleh air laut. Guna menentukan apakah dasar laut suatu negara merupakan sebuah kelanjutan dari suatu benua, maka biasanya dilihat dari struktur batuan pembentukannya atau yang biasa disebut dengan kondisu geologi.

Cara mudah mengamati landas kontinen yaitu dengan melihat kedalaman laut yang tidak boleh lebih dari sekitar 150 meter.

Sedangkan untuk Batas Landas Kontinen sendiri merupakan batas dasar laut dengan sumber daya alamnya bisa dikelola oleh negara yang bersangkutan Batas Landas Kontinen, diukur dari garis dasar ke arah luar sejauh 200 mil laut.

Apabila terdapat dua negara yang berdampingan dalam satu landas  kontinen dengan jarak kurang dari 200 mil, maka untuk menentukan batas landas kontinen untuk kedua negara tersebut dengan membagi dua wilayah tersebut sama jauhnya dari garis pantai masing-masing.

Negara Kepulauan Indonesia berada pada Batas Landas Kontinen antara Indonesia dengan Malaysia dan Thailand yang berada di selat Malaka. Sedangkan untuk Batas Landas Kontinen Indonesia dengan Australia berada di selat Arafuru.

Dan Indonesia sendiri mempunyai hak penuh untuk mengelola sumber daya alam pada dasar laut  yang masih dalam kawasan Batas Landas Kontinen dengan tetap menghormati dan tidak mengganggu jalur lalu lintas pelayaran damai. Hal lain yang perlu dilindungi yaitu adanya kepentingan-kepentingan yang menyangkut masalah seperti pertahanan keamanan, perikanan, perhubungan, penelitian, cagar alam, telekomunikasi dan transmisi listrik bawah laut.

  1. Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE)

Untuk Zona Ekonomi Eksklusif atau (ZEE) merupakan daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan laut bebas seperti bagian selatan Negara Kepulauan Indonesia yaitu Pulau Jawa. Sedangkan di sebelah barat Pulau Sumatera yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia atau Maluku Utara yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik.

ZEE ini diukur sejauh 200 mil dari garis pantai yang jaraknya paling jauh maupun menjorok ke laut atau biasa disebut dengan garis dasar. Di wilayah Indonesia sendiri mempunyai hak dan kesempatan pertama untuk mengelola sumber daya alam tersedia di dalamnya tanpa mengganggu adanya jalur lalu lintas damai yang terdapat di wilayah tersebut. Diluar ZEE merupakan laut bebas, dan siapapun bisa memanfaatkannya selagi mampu.

4 Potensi Negara Kepulauan Indonesia

Indonesia merupakan Negara Kepulauan terbesar di dunia dengan batas wilayah teritorialnya seluas 12 mil atau sekitar 19,3 km yang diukur dari garis pantai terluar dari kepulauan Indonesia ketika air laut surut. Bukan hanya itu saja, bahkan luas Negara Kepulauan Indonesia diukur dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yaitu sejauh 200 mil yang diukur dari wilayah territorial Indonesia.

Berdasarkan data yang diambil dari Kementrian Departeman Dalam Negeri di tahun 2010, Indonesia mempunyai pulau sebanyak 17.504, dan sebanyak 7.870 pulau sudah mempunyai nama serta 9.634 pulau belum mempunyai nama.

Dari jumlah tersebut, ternyata terdapat 92 pulau terluar yang mempunyai titik pangkal yang berbatasan langsung dengan 10 Negara tetangga yaitu Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, India, Filipina, Vietnam, Papua Nugini, Palau dan Timor Leste.

Karena letaknya yang diapit dengan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, membuat potensi Negara Kepulauan Indonesia sangatlah menguntungkan.

Dan berikut, beberapa potensi adanya negara kepulauan yang dimiliki Indonesia :

  1. Lintasan Alur Laut Internasional

Indonesia disebut dengan Negara Kepulauan pertama yang mulai mengusulkan adanya penetapan alur-alur laut kepulauannya yang diatur pada ketentuan Konvensi Hukum Laut 1982. Dan Penetapan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) ini akhirnya diakui pada tanggal 19 Mei 1998 pada Sidang Pleno MSC ke 69 IMO.

Adanya ALKI yang ditetapkan tersebut digunakan untuk menghubungkan dua perairan bebas, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik yang meliputi :

  • ALKI 1 melintasi Laut Cina Selatan – Selat karimata – Laut DKI – Selat Sunda
  • ALKI 2 melintasi Laut Sulawesi – Selat Makasar – Lautan Flores – Selat Lombok
  • ALKI 3 melintasi Samudera Pasifik – Selat Maluku – Laut Seram – Laut Banda

Adapun manfaat yang didapatkan Negara Kepulauan Indonesia tersebut dengan adanya ALKI yaitu :

  • Indonesia menjadi bagian penting saat dibentuknya sebuah peradaban yang berhubungan dengan lautan.
  • Indonesia menjadi negara penghubung penting antara Eurasia Blue Belt
  • Indonesia mengambil peranan penting dalam Global Logistic Support System khususnya yang terkait dengan SLOCS (Sea Lanes Of Vommunication)
  1. Potensi Wisata Laut Terbesar

Adanya keindahan alam bawah laut yang tersebar di Negara Kepulauan Indonesia tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Bahkan, adanya potensi alam Indonesia ini berdasarkan hasil survey WEF dari negara yang berpotensi mempunyai pariwisata keindahan alam Indonesia naik dari 74 di tahun 2011 menjadi urutan ke 70 di tahun 2013. Bahkan Indonesia menduduki peringkat 6 untuk keindahan alamnya.

Kepulauan Raja Ampat sebagai bagian dari Kepulauan Indonesia
Kepulauan Raja Ampat sebagai bagian dari Kepulauan Indonesia
  1. Pertahanan Militer

Laut memang menjadi alat pemersatu bangsa karena laut bisa digunakan untuk komunikasi dan transportasi. Tak hanya itu saja, laut juga bisa dijadikan sebagai pertahanan negara yang kuat.

Berdasarkan Undang-Undang No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara merupakan segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya berdasarkan pada hak kewajiban atas warga negara dan keyakinan pada kekuatan sendiri serta pertahanan negara yang disusun dengan cara memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai Negara Kepulauan.

Dan kini, model pertahanan laut sudah semakin maju dengan mengusung supremasi udara ke tengah lautan atau disebut dengan Aircraft Carrier Ship. Hal ini dikarenakan sifat pedang yang semakin mobile sehingga tidak hanya mengandalkan pangkalan-pangkalan tetap di pulau.

Dengan tidak melupakan peranan Angkatan Darat, pertahanan laut juga harus kuat untuk tetap bisa mempertahankan wilayah daratan sebagai bagian integral Kedaulatan Negara.

Hervino

Hervino

Founder NusantaraKaya.com, Family, Traveling and Culinary Lover.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
error: Konten dilindungi!!
Histats.com © 20